By.Anak Alam
Kehadiran Yesus Untuk Seluruh Umat Tuhan
Dari Perayaan Jumat Agung di Sentani SENTANI—Paskah adalah satu rangkaian dari kematian, kebangki
Disinyalir Muncul OKP Siluman
KNPI Kembali Data OKP Dibawahnya SENTANI—Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Jayapu [ ... ]
Kesbanglinmas Akan Tertibkan OKP
SENTANI - Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Jayapura,
Australia Ingin Tahu Situasi Papua
Kedubes Australia Pertemuan Tertutup dengan MRP dan Komnas Ham
JAYAPURA -Perkembangan situasi akhir-akhir ini di Papua, mulai menarik perhatian Negara luar. Terbukti, dalam satu bulan terakhir ini, sudah dua negara asing mengutus Kedutaan Besarnya (Kedubesnya) ke Papua dan Papua Barat. Jika sebelumnya Kedubes Belanda, kini giliran Kedubes Australia mengunjungi Papua. Ya, Selasa (27/3) kemarin sore, Kedubes Asutralia diwakili Ralph Gregory sebagai Konselor Bidang Politik, didampingi Emily Whelan yang juga merupakan Sekretaris II dari Kedubes Australia melakukan pertemuan dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) dan pihak Komnas HAM Papua. Di MRP Kedubes diterima Wakil Ketua I, Pdt. Hofni Simbiak, S.Th.
Sayangnya pertemuan antara Kedubes Australia dengan MRP yang berlangsung di Kantor MRP di Kotaraja ini secara tertutup, sehingga bagaimana suasana pertemuan tersebut tidak sempat terekam para awak media.
Namun Wakil Ketua I, Pdt. Hofni Simbiak, S.Th kepada para awak media usai pertemuan tertutup dengan pihak Kedubes Australia, mengatakan, pertemuan ini dalam rangka kunjungan kerja ke Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk mengetahui situasi yang terjadi di atas Tanah Papua, dan kunker kali ini merupakan kunjungan rutin setiap tahun dari Pemerintah Australia yang mengutus Kedubesnya.
Dikatakan, kedatangan Kedubes Asutralia kali ini untuk meminta masukan dan saran dari seluruh komponen atau stokeholder yang ada di Papua, yakni mengetahui perkembangan pembangunan di Tanah Papua. “Jadi, selain itu juga terkait proses pelaksanaan UP4B, dimana Kedubes Australia menanyakan sudah sejauh mana sosialisasi terhadap pelaksanaan UP4B tersebut dan apakah sudah diketahui oleh seluruh rakyat Papua,” katanya.
Lanjutnya, tiap daerah pemekaran baru baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota juga harus dibentuk atau dibuka Kantor Cabang MRP di tiap-tiap daerah pemekaran baru tersebut, tapi dengan catatan harus melalui persetujuan MRP induk.
UP4B Instrumen Pendukung, Bukan Pengganti Otsus
Waren – Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B) bukanlah pengganti Otsus atau sebuah kebijakan baru terhadap Papua, namun unit ini dibentuk untuk lebih menajamkan dan mengawal agar pelaksanaan UU Otsus benar – benar berjalan sesuai semangat pembentukan undang – undang tersebut pada awal mulanya, yakni adanya keberpihakan, perlindungan dan pemberdayaan orang asli Papua di segala aspek kehidupan baik sosial politik, budaya, dan ekonomi.
Hal tersebut dikatakan Kepala UP4B Letjen TNI (Pur) Bambang Darmono dalam sosialisasi UP4B di hadapan masyarakat dan pemerintah di Waren Kabupaten Waropen Selasa (27/3).
“ini bukan barang baru, atau pengganti Otsus, namun UP4B adalah instrumen pendukung terlaksananya Otsus, dimana fungsinya lebih kepada koordinasi, fasilitasi, sinkronisasi, dan pengawasan terhadap pelaksanaan Otsus dan upaya – upaya percepatan pembangunan di Papua, jadi UP4B bukan lembaga eksekusi, artinya, pelaksana dan motor pembangunan di daerah tetap kepala daerah dan kementerian untuk program dari pusat”, tegas Bambang Darmono ketika memenuhi undangan masyarakat dan Pemerintah Daerah Waropen untuk memberikan penjelasan terkait lembaga yang di pimpinnya itu.
UP4B sebagai unit khusus di bawah Presiden langsung diberi tugas untuk melihat dan memetakan persoalan lambatnya pembangunan di Papua dan selanjutnya mencoba mencari dan merumuskan formulasi yang pas untuk keluar dari masalah agar apa yang diinginkan oleh masyarakat bisa terwujud, sedangkan kegiatan atau program tersebut tetap di kerjakan oleh eksekutif, sehingga pemahaman bahwa UP4B akan turun langsung melakukan eksekusi terhadap sejumlah kegiatan tidaklah demikian adanya.”Kami bukan eksekutor atau pelaksana, tapi kami diberikan kewenangan khusus untuk mengatakan ya atau tidak terhadap suatu program atau kegiatan yang di usulkan eksekutif atau suatu daerah”, tegasnya.
Di Hantam Ombak Sejam, Disambut Tarian Adat, Makan Kasbi Bungkus di Ambai
Bertahun – tahun pembangunan infrastruktur tidak menyentuh kedua daerah tersebut, kehadiran Kepala Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B) membawa angin segar bagi masyarakat di daerah pesisir Teluk Cenderawasih itu, bagaimanakah perjalanan Bambang Darmono Kepala UP4B menyambangi kedua daerah tersebut memenuhi undangan Pemda mensosialisasikan keberadaan Unit Khusus di bawah Presiden tersebut ? Berikut laporannya.
Oleh : Walhamri Wahid
Rombongan Kepala UP4B bertolak dari Bandara Udara Sentani pukul 07.00 WIT menggunakan pesawat khusus jenis M-28 Skytruck yang disediakan untuk menunjang mobilitas Kepala UP4B di Papua dan Papua Barat dengan pilot Kompol Junin, SE, MM dan AKP Hendri Susiardy, ikut dalam rombongan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Guntur Sawaki
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua jam, akhirnya rombongan sampai di Bandara Sudjarwo Condronegoro Serui, terlihat di tepi bandara Penjabat Bupati Kepulauan Yapen Drs. Yan Piter Ayorbaba, MM di dampingi Ketua DPRD Keulauan Yapen Yotam Ayomi dan Wakil Bupati Kabupaten Waropen Yermias Bisai di tepi bandara bersama sekelompok penari telah bersiap – siap menyambut kedatangan rombongan Kepala UP4B Letjen TNI (Pur) Bambang Darmono.
Setelah melalui prosesi pengalungan bunga dan prosesi adat injak piring sebagai tanda diterimanya Kepala UP4B di Serui, rombongan akhirnya bertolak menuju ke Kantor Bappeda Kepulauan Yapen, dimana saat itu tengah di langsungkan acara Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam rangka sinkronisasi program dan kegiatan pembangunan hasil Musrenbang di 14 Distrik dan Rencana Kerja SKPD Tahun 2013.
Usai memberikan sambutan dan arahan serta penjelasan singkat tentang lembaga khusus yang di pimpinnya, akhirnya rombongan Kepala UP4B bertolak ke Waropen menggunakan speedboat, namun sesampainya di tengah perairan sekitar Kepulauan Ambai yang merupakan kampung kelahiran Wakil Ketua UP4B Drs. E. Fonataba, MM, rombongan di hadang oleh sekelompok penari di atas perahu hias lengkap dengan pakaian adat yang meminta Ketua UP4B mampir menengok kampung dan rumah Wakil-nya itu.
Polisi Tewas Ditusuk Kota Serui Mencekam
Selasa, 27 Maret 2012 21:42
Polisi Tewas Ditusuk Kota Serui Mencekam
Serui - Situasi Kamtikmas Kabupaten Kepulauan Yapen dari hari kemarin hingga berita ini ditulis terasa mencekam. Ini menyusul adanya kasus kesalahpahaman antara oknum TNI dan Oknum Polri yang mengakibatkan salah satu anggota polisi bernama Briptu Alex tewas ditusuk oknum TNI berinisial Praka AB. Akibatnya, aktifitas belajar mengajar maupun perkantoran lainnya jadi terganggu.
Melihat situasi tersebut Dandim 1709 Yapen Waropen Letkol Inf.Tornado mengungkapkan,saat ini dirinya telah melakukan pertemuan bersama Dandim, Pom dan Kapolres Yapen guna mencari solusi untuk menenangkan anggotanya masing-masing,sehingga kedepannya tidak merambat menjadi besar diantara kedua belah pihak
Dikatakan, pertemuan ini untuk mencari solusi dan menyatukan persepsi sekaligus menyapaikan informasi diantara kedua belah pihak (TNI/Polri),sehingga tidak terjadi hal-hal lain yang timbul akibat peristiwa ini. Dmana situasi antara kedua belah pihak kembali kondusif dan terkendali seperti sebelumnya.
“Saat ini oknum yang bersangkutan atas nama Praka.AB sudah diamankan dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku dalam kesatuan,”katanya kepada Bintang Papua di ruang kerjanya (27/3).
Untuk itu dirinya berharap agar kedepannya tidak ada lagi anggota TNI/Polri yang terprofokasi dikarenakan kejadian ini, tetapi percayakan dan serahkan kepada pimpinannya agar diproses sesuai hukum sehingga kondisi keamanan dikota ini tetap terjaga dan kondusif
Dand Pom 173 Biak Mayor.Kaspar beserta dua anggota lainnya turun kelapangan guna penyelidikan lebih lanjut, terlebih khususnya bagi oknum TNI yang bersangkutan dalam hal ini Praka.AB.
Write comment (0 Comments)
Selanjutnya...
Artikel Lain...
• Laga Berat Menuju Puncak
• Taksi Abe-Waena, Mogok
• Kasus John Ibo Segera ke Pengadilan Tipikor
• Sekda: Pilgub Papua Tetap di KPU
«MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir»
halaman 9 dari 414
Editorial
Bual – Bualan Poli”Tikus”
Perdasus Pilgub masih menjadi pertentangan, masing – masing pihak bertahan dalam asumsi dan pandangan hukum masing – masing, yang menurut mereka adalah kebenaran dan atas nama rakyat, namun semuanya bermuara pada satu ajang perebutan kekuasaan demi mempertahankan kepentingan diri, kelompok dan golongan masing – masing.
Konsekuensi dari pertentangan tersebut sudah pasti molornya pelaksanaan Pilgub di Provinsi Papua, dan sudah molor 8 bulan lamanya, tidak dapat dipungkiri akar masalah molornya itu adalah karena masih adanya pihak yang sangat berambisi untuk menjadi penguasa di atas Tanah Papua ini, demi obsesi pribadi dengan berlindung di balik nama hak warga negara, dengan memanfaatkan celah hukum dan kesemrawutan tata hukum di negara bernama Republik Indonesia ini.
Penafsiran – penafsiran hukum untuk serangkaian kosa kata yang jelas, terkadang dipelintir sedemikian rupa sehingga masyarakat dianggap tidak mengetahui apa niat dan maksud yang tersembunyi di balik itu semua.
Tapi it [ ... ]
+ Baca Lengkap
Opini
“Pemerintah Indonesia Menduduki, Menjajah dan Memarjinalkan Orang Asli Papua”
( …ribuan anak Asli Papua yang kini menjerit terhadap ketidakberpihakan itu, mengharapkan kepada Pemerintah daerah harus sadar bahwa hadirnya UU Otsus untuk siapa, UU Otsus lahir karena apa, karena adanya tuntutan Merdeka “melepaskan diri dari NKRI” rakyat Papua” (Dr. “HC” Herman A.T. Yoku, SIP, Cederawasih Pos dan Bintang Papua, Jumat, 30/03/2012).
Oleh : Socratez Sofyan Yoman Para pembaca Opini yang mulia dan terhormat, Opini saya yang bertopik : “Pemerintah Indonesia Gagal [ ... ]
+ Baca Lengkap
Tanggapan Berita
Kirimkan tanggapan anda Via SMS ke Nomor 081248802200 terhadap EDITORIAL Bintang Papua hari ini. Untuk tanggapan yang di nilai terbaik akan mendapatkan souveneir (Cinderamata) khas Bintang Papua. Tanggapan anda juga dapat di akses di http://bintangpapua.com
Pace Bintul
© 2012 bintangpapua.com
PapuaHost web hosting solution.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar